Hujan Daun-Daun: Prolog

Potongan novel ini di-posting secara kontinu di blog Gramedia Writing Project per harinya tiap pukul sembilan.

 

Gadis kecil itu berdiri di bawah pohon besar, akar dan dahannya menjulur membentuk payung raksasa. Pohon itu rimbun, dedaunannya hijau dan menggerumbul. Kelihatannya begitu kuat dan melindungi. Lalu sesuatu terjadi. Aneh, tapi tiba-tiba saja daun-daunnya yang hijau tua mulai berguguran.

 

“Delapan, sembilan, sepuluh… sudah belum?”

 

Tania kecil tersentak, tersadar dari lamunannya saat memandangi pohon itu. Jantungnya berdebar-debar saat ia bergeser sedikit lalu mengintip gadis kecil bergaun biru itu.

 

Gadis itu sudah berbalik untuk mencari Tania. Matanya melirik ke kanan dan kiri. Langkahnya pelan tapi pasti, seolah sudah tahu di mana Tania bersembunyi.

 

Tania berusaha berjongkok diam di balik semak-semak rimbun, tanpa suara. Sesuatu bergerak di daun sebelah kirinya. Makhluk kecil hijau, gemuk, dan berbulu. Tania benci ulat bulu. Ia terpekik ngeri lalu refleks berdiri.

 

“Hiii… ada ulatt!”

 

Gadis kecil bergaun biru itu langsung menoleh waktu mendengar jeritan Tania. Ia berlari riang ke arah Tania.

 

“Tania ketahuan! Gantian kamu yang jaga!”

 

“Nggak mau!”

 

Tania berlari menjauh sekuat tenaga. Dedaunan kering bergemerisik terinjak kakinya. Angin lembut menerpa wajahnya. Hidung mungilnya mencium aroma kayu segar, wangi bunga dan tanah hutan yang lembap.Ia menoleh, melihat gadis kecil itu terengah-engah mengejarnya, jarak mereka makin dekat.

 

Tania tertawa riang, lalu berusaha berlari lebih cepat. Karena terlalu bersemangat, ia tidak melihat akar pohon yang melintang di hadapannya. Tania tersandung, tapi gadis kecil itu dengan cekatan menahan jatuhnya, meski harus dengan susah payah karena ukuran tubuh mereka yang serupa.

 

Tania tidak bisa melihat jelas wajah gadis kecil yang menolongnya. Sebagian wajahnya tertutupi rambut yang hitam dan panjang. Tapi Tania bisa melihat senyum terukir di bibir mungil gadis itu. Ia merasa tenang.

 

Gadis kecil itu melepaskan tangan Tania dan melangkah maju. Tania mengikutinya.

 

“Kita mau ke mana?” tanya Tania.

 

Gadis kecil itu tidak menjawab. Dia hanya menyibak semak-semak rimbun di hadapannya.

 

Tania terpana. Ternyata ada kolam seindah ini di tengah hutan. Diameternya kira-kira hanya dua meter, tepiannya dihiasi ukir-ukiran berbentuk mawar. Airnya jernih sekali. Mereka sama-sama membungkuk, mendekatkan wajah ke permukaan air. Ikan berwarna-warni datang berkerumun, mulutnya bergerak-gerak seolah minta makan. Mereka tertawa geli melihatnya.

 

Setelah beberapa saat, ikan-ikan itu kembali berenang menjauh. Gerakannya menimbulkan riak air. Tak lama riak itu menghilang dan air kolam jadi tenang lagi.

 

Bola mata Tania terbelalak. Air kolam memantulkan wajahnya dan wajah gadis kecil di sampingnya. Tania bergantian memandang kolam dan wajah gadis kecil itu. Ia benar-benar keheranan.

 

“Kamu…? Kamu siapa? Kok…?”

 

Gadis kecil itu hanya menatap Tania. Bola matanya bersinar jernih. Seulas senyum tipis terlukis di bibirnya. Dia tidak menjawab pertanyaan Tania. Tania perlahan mundur, antara takut dan bingung. Tanpa sadar kakinya sampai di garis batas kolam. Ia terpekik saat tubuhnya tercebur ke kolam.

 

Tania gelagapan. Air kolam mulai merasuki paru-parunya, menghalanginya menyerap oksigen dari udara. Ia tenggelam. Dasar kolam yang dangkal kini berubah menjadi lubang yang begitu dalam, dingin dan gelap.
Mata Tania terbuka tiba-tiba, langit-langit kamar menyambutnya. Ia bangkit dari kasur dengan jantung berdebar kencang dan napas terengah-engah. Diusapnya bulir-bulir keringat di dahi.

 

“Mimpi itu lagi,” bisik Tania.

Published by

Tsaki Daruchi

I love reading.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s