Teruntuk Musa (Surat Kedua)

6134_1031075837097_1831417820_62243_6481595_n

Untuk Sukma Musa Antaprawiradiredja 

Apa kabar, Mus?

Entah kenapa gue lebih suka manggil lo Musa ketimbang Kinoy atau Sukma. Sukma sounds like a girl, and I know how jerk you are and that feminine name doesn’t suit you. And you know what, I choose your name to become a main character for my writing, ya know? With your ego, and it get a big spot for my next writing.

Yeah, yeah. Kita kenal kayak orang tolol yang kecanduan Friendster. Geez. Friendster? It sounds like a fool thing, dan gue rasa mungkin bakalan banyak yang nyengir ngebego-begoin sosial media saat itu. Lagi pula, lo sendiri kan yang add gue? Dan ternyata lo mutual friend sama Indra.

Lucu ya.

Umur lo masih muda, cuma beda dua tahun sama gue. Tapi lo udah dapet gelar bachelor dengan jurusan yang… errr… biomedicine? Jurusan yang sangat antah berantah buat gue karena waktu gue SMA—saat itu, gue masuk IPS dan anti sama yang namanya ilmu ekstakta dan rasanya biomedicine yang kata lo saat itu nggak ada jurusannya di Indonesia—bahkan sampai saat ini.

Heran, apa sih Addison disaese itu? Yeah, yeah, otak gue terlalu kerdil untuk tahu itu apa. Sempat googling dan gue tetap nggak mengerti. Yang jelas, di benak gue, penyakit itu yang buat lo pergi lebih cepat. Bergegas lebih cepat. Tenang lebih cepat.

Ah, sudahlah. That Addison thingy make me sick.

Lucunya, sebelum lo benar-benar pergi, lo satu-satunya yang nemenin gue ngobrol banyak hal. Tentang hidup, tentang nggak boleh menyerah—masih terekam jelas saat itu gue belum kuliah di mana akhirnya gue jualan roti unyil dan lo bilang gue bisa masuk UI, tentang prom nite sekolah gue yang nggak oke, tentang restoran all you can eat yang bakal kita datengin, tentang Harry Potter, tentang Jane Austen, tentang tulisan gue yang terlalu cheesy, dan banyak hal.

Lalu, tanpa sebab, lo bilang lo takut. Karena pencapaian yang lo dapat bakalan terenggus begitu saja karena… well, I still can understand about bayi tabung or Addison thing. Lo bilang untuk sementara waktu nggak bakal bisa dihubungi. Lo bilang hanya Yahoo Messager yang bisa buat lo terkoneksi. Dan bham, selama tiga minggu lo nggak ada kabar.

Lalu, ada SMS.

SMS dari Indra yang bilang kalau lo sudah pergi.

Man, lo bukan laki-laki karena lo nggak menepati janji lo.

Untuk cobain kereta ekonomi—sebelum ada Commuter Line seperti sekarang—ikut gue ambil roti unyil di Bogor.

Untuk  kasih gue action figure Harry Potter.

Untuk pinjamin gue novel-novel klasik macam Jane Austen.

Untuk ajarin gue speaking English.

Untuk… bermacam-macam hal yang sayangnya nggak bakalan pernah bisa dilakukan setelah lo pergi.

Kematian itu memang aneh, ya.

Apalagi sebelumnya ketika lo terasa begitu dekat dengan seseorang. Lalu setelahnya orang itu nggak lagi ada di bawah langit yang sama.

Yeah, yeah. Gue tahu. Lo pasti bakalan bilang kalau sepatutnya gue coba ubah sudut pandang, coba ngeliat dari sisi orang yang meninggalkan. Tapi lo juga harus tahu kalau dari sisi orang yang ditinggalkan itu lebih berat. Even with hundred excuses, it still hurts.

Gue menulis surat ini juga sebagai penghormatan buat lo, Mus. Sudah… lima tahun lebih setelah lo pergi ya. Cepat. Dan rasanya gue layak berbagi kisah setelah lima tahun gue tertempa di “akademi” kehidupan ini.

Mungkin gue nggak bisa, bahkan belum pernah, ke Melbourne untuk ke pemakaman lo. Gue hanya tahu dari Kakak lo, Kak Aisha, yang memberitahu lo kabar ini. Juga yang jadi teman chatting gue selanjutnya soal kegalauan gue soal PTN, UAS, dan sebagainya. Dan sekarang pun tampaknya sudah sukar dihubungi.

Tapi gue yakin kita bakal bisa bertemu lagi. Entah di dunia atau dimensi yang mana, gue yakin itu. Dan selanjutnya gue bakal cabut kata-kata gue karena ternyata lo bisa menepati janji lo.

Masih kata-kata yang sama untuk mengakhir surat ini, Mus.

Lo itu sahabat yang lekat di hati.

Un’amica cara nel cuore.

 

Salam hangat,

Tri Saputra Sakti

Published by

Tsaki Daruchi

I love reading.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s