Tulis Apa?

Beberapa hari belakangan ini, gue selalu bertanya-tanya akan satu hal. Pertanyaan itu adalah, “Tulis apa?”

Sebenernya gue lagi bingung harus menulis apa. Tatkala diharuskan menginap di rumah sakit, gue punya hasrat besar untuk menulis. Sayangnya di sana nggak ada media untuk melakukan itu semua. You know what, gue cuma kepingin menulis. Menulis kayak dulu. Nggak usah mikir, nulis aja. Menulis sebagai terapi akan penatnya kehidupan! (Halah, apa banget deh bahasa gue.)

Dan, banyak banget ide cerita di kepala gue. Tapi gue terlalu payah mengeksekusinya. Bayangan gue selalu bercokol tentang standar yang gue punya. Geez, gue nggak ngerti kenapa gue begitu membenci tiap kata yang gue tulis. Ada naskah berjudul Wooing Wu, yang sejauh ini jadi favorit saat gue posting di laman GWP dan blog. Ada naskah berjudul Last Lullaby yang plotnya sudah jadi. Ada Goldigirl yang dari dulu pengin gue tulis. Ada Sparks of Nightscape sebagai naskah utang kehidupan kampus.

Lalu, mana yang harus ditulis? Gue selalu berusaha menulis. Satu hari satu paragraf. Tapi saat gue baca ulang, kenapa rasanya sucks banget ya? Rasanya tertekan. Gue pun coba baca novel, berharap gue dapet pemicu untuk nulis. Tapi sama aja. Apa karena gue punya pakem sendiri buat nulis? Atau sebenernya gue nggak tahu hantu menulis gue itu bentuknya seperti apa? Ah. Entahlah. Gue cuma pengin menulis. Semoga ada satu naskah yang bisa selesai tahun ini. Cuma pengin itu aja.

Published by

Tsaki Daruchi

I love reading.

4 thoughts on “Tulis Apa?”

  1. And trust me, being editor make it worse, lol, because you can see the holes, the terible syntax, and you keep wonder wether its ‘resleting’ or ‘ritsleting’ and you start to use dictionary and thesaurus, and you get easily distracted when you write, and so on, and so on….

    Now, all you have to do is grit your teeth and use all your power to overcome the thought and the impossible standart. Yang penting selesai dulu… Karena naskah biasa yang selesai masih bisa diedit tapi naskah keren yang baru setengah jadi nggak bisa diapa-apain (ini sih kata Mbak Hetih ;p)

    Semaangaaat!

    1. Mbak Tia…. Bener banget…. Banyak pikirain. Jadi Mbak Tia nggak nulis karena ini? Mana naskah keduanya? *loh jadi malakin*

      Semangat juga, Mbak!

      ((NASKAH BIASA YANG SELESAI MASIH BISA DIEDIT))

      :””)

  2. Ah, ternyata bukan cuma aku yang alami itu. Percaya ato nggak, ada beberapa hal yang sering muncul di pikiranku saat atau sesudah aku menulis suatu karya fiksi:

    – Ah, jelek banget. Nggak kayak tulisanku yang dulu.
    – Ih, kacau. Mana ada yang mau baca tulisan kayak gini?
    – Ya ampun, tulisan kayak gini mana pantas dipublikasikan?
    – Sok banget sih nulis kayak ginian. Ngaku aja kamu nggak becus.
    – Cih. Jelek gini. Tulisan temenmu jauh lebih berkualitas dari tulisanmu.
    – Duh, mengecewakan. Kalo tulisanmu kayak gini, mana bisa jadi penulis profesional?

    Dan akhirnya, berkat pikiran-pikiran ini, sampai sekarang belum ada novel yang bisa aku kelarin. Hahaha. Pengen sih jatuh cinta lagi sama tulisanku sendiri, kayak zaman masih sekolah dulu. Tapi, entahlah. Sampai aku bisa menemukan cara yang efektif untuk menata ulang mindsetku tentang menulis, rasanya aku mau fokus dulu di kegiatanku yang lain.

    Kalo ntar kamu ketemu cure yang ampuh, jangan lupa bagi-bagi ya, Uthaaa. Haha.

    1. Iya, Emha! Sukar sekali rasanya jatuh cinta dengan tulisan sendiri. Meskipun dulu tahu banget tulisannya alay bin ajaib, tetap aja enjoy bacanya.

      Sampai aku berpikir, mungkin harus menulis “ketakutan” yang ada di diri kita jadi manifestasi fiksi? Ah, entahlah…😦

      Nulis dong, Emha! Buat cerita teenlit yang bagus! x)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s